Tampilkan postingan dengan label Perikanan Tangkap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan Tangkap. Tampilkan semua postingan

24 Jan 2012

Integrasi Pasar Ikan Tongkol di PPN Pekalongan dan PPS Nizam Zachman Jakarta

Fauziyah
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia
ABSTRAK
Perubahan harga ikan tongkol di PPN Pekalongan dan PPS Nizam Zachman Jakarta yang cukup signifikan dapat menjadi daya tarik pedagang ikan/nelayan di PPS Pekalongan untuk menjual ikan tongkol ke PPS Nizam Zachman Jakarta. Fenomena ini cukup menarik untuk dikaji lebih jauh sejauhmana keterkaitan dan keterpaduan pasar ikan tongkol di kedua lokasi tersebut. Keterpaduan pasar dapat dilihat dari nilai Index of Market Connection (IMC). Penelitian ini memanfaatkan data mingguan dari buletin warta pasar ikan bulan Agustus - September tahun 2010.
Hasil uji model dengan asumsi faktor penentu harga cateris paribus menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan harga ikan tongkol di PPN Pekalongan minggu lalu sebesar Rp 100/kg maka akan menurunkan harga ikan tongkol di PPS Jakarta pada minggu ini sebesar Rp 48.4/kg dan jika terjadi peningkatan harga ikan tongkol di PPS Jakarta minggu lalu sebesar Rp 100/kg maka akan menurunkan harga ikan tongkol di PPN Pekalongan pada minggu ini sebesar Rp 51,7/kg. Keterpaduan pasar dalam jangka panjang antara harga ikan tongkol di PPS Jakarta dengan di PPN Pekalongan relatif tinggi dengan nilai IMC 0.936.

Kata kunci : Harga tongkol, Keterpaduan pasar, PPN Pekalongan, PPS Jakarta.

Analisis Potensi Lestari Sumberdaya Perikanan Tuna Longline di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Onolawe Prima Sibagariang, Fauziyah dan Fitri Agustriani
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

ABSTRAK
Analisis potensi lestari perikanan tuna longline di Kabupaten Cilacap dilatarbelakangi oleh besarnya potensi sumberdaya perikanan tuna yang dimiliki yaitu 26 % dari seluruh jumlah produksi ikan di Cilacap atau 1225 ton per tahun. Tujuan penelitian ini untuk menghitung nilai potensi lestari sumberdaya perikanan tuna menggunakan metode statistika sehingga pengembangan perikanan tuna dapat dilakukan secara optimal. Hasil perhitungan dengan menggunakan model Schaefer didapatkan potensi lestari (MSY) sebesar 1439,86 ton/tahun dan upaya optimumnya adalah 155 unit/tahun. Adapun tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna di perairan Cilacap sebesar 85,12 %, dapat dikatakan status pemanfaatannya dalam kondisi tangkap lebih (overfishing)
.
Kata kunci : Cilacap, MSY, Schaefer, Perikanan tuna

24 Feb 2011

Analisis Tangkapan Lestari dan Pola Musim Penangkapan Cumi-Cumi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat-Bangka

Dwi Rosalina, Wahyu Adi, Dini Martasari

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FPPB, Universitas Bangka Belitung


ABSTRAK

Cumi-cumi merupakan hasil tangkapan tertinggi dari sumberdaya hayati non-ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat. Selain itu cumi-cumi juga memiliki nilai ekonomis penting di Pulau Bangka, salah satunya dibuat makanan khas Bangka. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah menganalisis tangkapan lestari atau maximum sustainable yield (MSY), data dianalisis menggunakan metode surplus produksi model Schaefer. Tujuan yang kedua adalah menentukan pola musim penangkapan yang dianalisis menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nilai parameter pendugaan yaitu cumi-cumi dengan nilai intercept (a) = 36,388 dan slope (b) = -0,00159 sehingga membentuk persamaan linier CPUE = 36,388 – 0,00159 f. Hubungan persamaan ini dapat diartikan bahwa bila dilakukan upaya penangkapan sebesar f satuan per tahun maka akan mengurangi nilai produktivitas (CPUE) cumi-cumi sebesar 0,00159 kg/tahun. Setelah mengetahui nilai intercept dan slope, diperoleh pendugaan nilai potensi lestari (MSY) cumi-cumi di daerah penangkapan (perairan Bangka) adalah sebesar 207.635 kg/tahun, dan pendugaan nilai upaya lestari (fMSY) adalah sebesar 11.412 trip/tahun. Berdasarkan nilai MSY dan upaya optimum tersebut, penangkapan cumi-cumi dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) belum mencapai overfishing.

Puncak musim penangkapan cumi-cumi terjadi di bulan November dengan nilai IMP sebesar 146,21% kemudian berturut-turut Mei (134,21%), April (119,11%), Oktober (115,83%), dan Juni (114,38%).

Kata kunci : Cumi-cumi, MSY, Musim penangkapan.


Karakteristik Desain Kapal Perikanan Bottom Gillnet di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Bangka Belitung

Riana Pasaribu, Fauziyah dan Fitri Agustriani

Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya, Indralaya Indonesia


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengetahui karakteristik desain kapal bottom gillnet. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Bangka Belitung pada bulan Desember 2009. Data didapatkan melalaui pengukuran kapal bottom gillnet secara langsung di lapangan. Data pada tabel offset lapangan diolah dengan menggunakan corel draw sehingga didapatkan tiga buah gambar yaitu body plan, profile plan dan half breadth plan. Berdasarkan pengukuran menunjukkan bahwa desain kapal bottom gillnet untuk body plan yaitu round flat bottom dan round bottom, untuk profile plan bagian buritan tepatnya pada bagian propeller melengkung menuju ke lunas dan untuk half breadt plan mengikuti body plan. Karakteristik desain kapal bottom gillnet dimensi utamanya telah memenuhi kriteria standar rasio dimensi utama kapal. Konstruksi bentuk badan kapal adalah V bottom pada bagian haluan dan U pada bagian tengah kapal. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kapal adalah kayu meranti (Shorea acurinata) dan kayu ulin (Kusideroxylon zwageri).


Kata kunci : Bottom Gillnet, Desain, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat