Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan

24 Jan 2012

Pemodelan Pola Arus di Perairan Pesisir Banyuasin, Sumatera Selatan

Heron Surbaktia, Mulia Purba b dan I Wayan Nurjaya b
a Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya
b Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK, Institut Pertanian Bogor

ABSTRAK
Model dua dimensi dibangun untuk melihat pola arus di perairan pesisir Banyuasin. Karakteristik pasang surut, angin dan arus diukur untuk memahami dinamika lingkungan estuari. Berdasarkan karakteristik parameter tersebut, model dan simulasi pola arus dibangun. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh gambaran bahwa pola arus menuju laut saat periode pasang dan menuju daratan saat periode surut. Kecepatan arus maksimum diperoleh saat mean sea level menuju pasang tertinggi dengan kecepatan 0.8716 m s-1, dan kecepatan arus minimum diperoleh saat kondisi surut terendah sebesar 0.0661 m s-1. Perbedaan kecepatan arus hasil model dengan hasil pengukuran adalah sebesar 0.04 m s-1.


Kata Kunci : Pemodelan, Arus, Pasang Surut, Banyuasin

4 Jul 2010

Simulasi Pemodelan Arus Pasang Surut di Luar Kolam Pelabuhan Tanjung Priok Menggunakan Perangkat Lunak SMS 8.1

Indriani a, Netty Kurniawati b dan Muhammad Hendri a
a Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia
b Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

ABSTRAK
Simulasi pemodelan arus pasang surut dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SMS 8.1. Pemodelan ini digunakan untuk menentukan pola arus pasang surut di luar kolam Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini di lakukan dengan 2 tahap, tahap pertama yaitu pengambilan data lapangan pada bulan Juni-Juli 2009 di Perairan Teluk Jakarta khususnya di Luar Kolam Pelabuhan Tanjung Priok serta tahap kedua yaitu pengolahan data serta running program pada bulan September-Oktober 2009 di Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL Ancol, Jakarta Utara. Adapun data yang digunakan yaitu data lapangan arus umum yang berupa data arah dan kecepatan serta data ketinggian air. Data diambil di Perairan Pondok Dayung dan Putri Duyung pada tanggal 7 Juni-6 Juli 2009 (29 Piantan) untuk pasut dan tanggal 8-22 Juni 2009 (15 Piantan) untuk arus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe pasang surut untuk daerah di luar kolam Pelabuhan Tanjung Priok yaitu harian tunggal dengan nilai bilangan formzal 3,44. Kondisi arus di Perairan luar kolam pelabuhan Tanjung Priok pada saat pasang bergerak ke arah selatan (menuju pantai) sedangkan pada saat surut bergerak ke arah utara (menuju laut). Kecepatan arus pasut pada kondisi purnama (spring tide) berkisar antara 0,0003-0,018 m/s Sedangkan pada kondisi perbani (neap tide) berkisar antara 0,0005-0,015 m/s.

Kata kunci : Arus Pasang Surut, Pemodelan, SMS 8.1, Tanjung Priok


DOWNLOAD PDF


Simulasi Pemodelan Arus Pasang Surut di kolam Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menggunakan perangkat lunak SMS 8.1 (Surface-water Modeling System 8.1)

Rata PenuhMawarda a, Netty Kurniawati b dan T. Zia Ulqodry a
a Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia
b Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia

ABSTRAK
Penelitian ini di lakukan pada Bulan Juni – Oktober 2009 di Perairan Kolam Pelabuhan Tanjung dan di Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL Ancol, Jakarta Utara. Simulasi pemodelan dilakukan dengan menggunakan model ADCIRD-2D, Surface Water Modelling System 8.1 untuk mengetahui pola arus pasut pada musim timur dan musim peralihan II, serta kecepatan maksimum dan minimum arus pasut pada musim peralihan II.
Hasil penelitian ini menunjukkan tipe pasang surut di kolam pelabuhan Tanjung Priok yaitu harian tunggal dengan nilai bilangan formzhal 4.55. Kondisi arus di Perairan kolam pelabuhan Tanjung Priok pada musim timur dan musim peralihan II sama, yaitu saat pasang arus bergerak masuk ke kolam pelabuhan dan pada saat surut arus bergerak ke luar kolam pelabuhan. Kecepatan arus pasut maksimum pada musim peralihan II terjadi pada saat MSL menuju pasang tertinggi dan MSL menuju surut terendah pasang purnama. Kecepatan arus minimum terjadi pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah.

Kata kunci: Simulasi Pemodelan, SMS 8.1, Tanjung Priok Port and Tidal current

DOWNLOAD PDF